Monday, February 8, 2016

Rindu Mamah


Mah, engkau yang selalu ada untukku
Namun aku tak selalu ada untukmu
Cukup kah kata maaf ku ucapkan
Sekarang maukah kau merangkul ku kembali

Mah, engkau yang selalu menunggu ditiap malam
Namun aku tak selalu hiraukan kata-katamu
Aku marah dan kesal disaat kau memintaku untuk pulang
Sekarang aku sangat ingin pulang 

Mah, engkau yang selalu memelukku disaat ku sakit
Namun aku hanya bisa merengek ingin ini itu
Aku kesal dan sedih jikalau diperlakukan seperti anak kecil
Sekarang aku rindu peluk hangat darimu

Mah, engkau yang selalu mengkhawatirkan ku
Mah, engkau yang selalu hadir disaat ku sedih
Mah, engkau yang selalu menjaga ku
Mah, engkau lah mata dunia ku

Mengapa ikatan pernikahan ini memisahkan kita
Mengapa ikatan pernikahan ini menjauhkan mu dari ku
Mah aku rindu mamah, aku rindu kasih sayangmu
Mah aku rindu akan suaramu dan teriakanmu

Ku ingin memelukmu dan berkata aku sayang mamah
Tapi mulut ku tak bisa berkata apa
Aku tak sanggup bilang kalau aku tak bisa hidup tanpamu
Aku tak sanggup hidup jauh darimu

AKU SAYANG MAMAH, AKU RINDU MAMAH
AKU INGIN PELUKANMU MAH

Salam sayang dari Ria,,,, Anakmu yang jauh

Tuesday, April 9, 2013



Emas VS Motor

Hari ini tiap pagi aku kembali diantar pacar ku pergi kerja, nggak enak sih kalau harus terus merepotkannya apalagi dia juga bekerja. Sah saja tiap pagi aku harus bangun lebih pagi bersiap akan dijemput sang pacar. Kadang kala sering sekali aku membuatnya terlambat kerja disebabkan aku yang terlalu lama dandan.
“Dandan mulu sih…jadi telatkan!!” gerutunya.
“iya deh maaf ya sayang tadi itu kesiangan bangunnya”. Tapi semua tentu ada timbal baliknya kok, diturunin di depan halaman kantor!!.Ya ampun  padahal biasanya dia selalu mengantarku tepat didepan kantor. Apa boleh buat itulah resiko ikut sama orang.
Muka ku tentu saja tak lepas dari cemberut.” Tega membiarkan pacarnya sendiri jalan kaki sampai kekantor.” Marahku dalam hati
Pulang pun selalu dijemput dia, makanya sering terlambat juga sampai dirumah. Yaaa sebenarnya sih bukan karena dia telat jemput tapi ada satu hal yang bikin aku selalu telat pulang. Entah kenapa kami itu harus mengikuti jadwal bos kami pulang. Tapi aku selalu pasang muka tidak tahu apa-apa dan selalu pulang lebih dulu. Toh sudah waktunya jam pulangkan?!
Sudah hampir lima bulan aku mengakhiri masa pengangguranku dan bertahan diperusahaan dimana aku bekerja ini dan sudah hampir lima bulan juga aku terus diantar jemput sang kekasih. Akhirnya akupun berpikir untuk membeli sepeda motor dengan hasil jeri payahku selama ini.
“Bu, sekarang kan Nana udah kerja. Apa boleh Nana beli motor Bu?” tanyaku pada Ibu
“Buat apa sih kamu beli motor Na?? lebih baik uangnya kamu tabung demi masa depanmu” jawab ibuku sambil memotong-motong ikan yang ingin dimasak.
“Iya Na, lebih baik kamu tabung saja uangnya untuk keperluan nikah.”sahut ayahku sambil meledek. “yaa atau kamu juga bisa belikan emas dengan uangmu itu, kalau motor dijual harganya pasti turun drastis, nah sedangkan emas pasti naik kan atau paling nggak turunnya nggak banyak.” Lanjut tanggapan dari ayahku dengan penuh senyum ledekan.
“Tapi apa ayah dan ibu nggak tau?? Harga emas itu sekarang malah merosot.”balas ku tak mau kalah.
Aku yang lagi sedang asyik browsing internet kebetulan menemukan sebuah sumber yang tak terduga-duga. “wah pas banget ni sama perdebatan malam ini.” Pikirku dalam hati sambil senyum-senyum penuh kemenangan.
“Nih Yah, Nana ada nemuin artikel tentang emas, Nana ceritain ya?”, senyumku
Mungkin juga karena penasaran Ayah ku pun hanya bisa menjawab dengan anggukannya. Sedangkan , Ibu ku yang lagi sibuk dengan ikannya juga ikut mendengarkan.
“Nah, disini dikatakan bahwa emas turun tipis pada selasa pagi disebabkan kurs dolar AS menguat Yah, tau nggak kenapa yah? Itu karena bank sentral di Jepang meluncurkan sebuah program pembelian obligasi secara ambisius, itu sebabnya kurs dolas AS menguat terhadap yen Jepang, dan memainkan peran utama dalam penurunan emas. Analis dari pasar juga berpendapat kalau emas akan tetap dalam posisi sulit untuk beberapa waktu mendatang.” Jelasku sambil membacakan isi dari artikel tersebut.
“terus-terus ada fakta apa lagi?” tanya ayahku penasaran
Dengan bangganya aku pun terus membacakan artikel tersebut. “ Terus untuk pengiriman Perak pada bulan Mei turun 8,2 sen, atau 0,3 persen, menjadi ditutup pada 27,138 dolar AS per ounce. Sedangkan untuk pengiriman Platinum pada bulan Juli, naik 1,5 dolar AS, atau 0,1 persen, menjadi ditutup pada 1.537 dolar per ounce. Selesai deh yah.. nah gimana yah??? Emas bakal sulit nih."


"Yaa kalau begitu nanti kamu nikah cincinnya nggak usah pake emas aja ya..pake cincin punya Ibu aja. jauh lebih hemat." Ancaman Ayah yang paling tidak bisa dilawan. Ibu ku yang dari tadi mendengarkan pun senyum-senyum dan berkata " Gimana mau dikasih sama Nana cincin Ibu? toh cincinnya kan udah Ibu jual buat nambahin modal Ayah." Sambil tertawa. Perkataan Ibu membuatku juga tertawa terbahak-bahak, kasian Ayah.



#RA




Ku Ucapkan Selamat Tinggal


Jam dinding terus berdentang , rasa khawatir kian mengganggu. Entah kapan kah suami ku akan pulang, waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam tapi dia tak kunjung memberi kabar dimana keberadaannya.
Perasaan untuk berpikir macam-macam pun tak terelakkan lagi. “apakah suamiku sedang bersama dengan perempuan lain?? Atau apakah suamiku mendapat musibah dalam perjalanan pulang??” resahku dalam hati.  Mata ini sebenarnya sudah tak tahan lagi untuk menahan rasa kantuk tapi mengingat sang suami tercinta belum pulang membuat hati ini tak karuan rasa. Berpuluh-puluh kali aku mencoba menghubunginya tapi tidak pernah bisa nyambung. Kuhubungi teman-teman sekantornya tapi tak ada yang tahu keberadaannya. Namun salah satu rekan kerjanya mengatakan melihat suamiku terakhir kali dia bergegas masuk mobil dan langsung melesat entah kemana.
Hal itulah yang membuatku terus berpikiran yang tidak-tidak. Tak terasa aku sudah ditempat tidur, kupikir suamiku lah yang menggendongku  kekamar karena aku tertidur di sofa depan. Kucoba meraba kasur sisi kananku dan berharap ada suamiku disampingku. Betapa terkejutnya aku!! Rasa dingin dan basah ditanganku membuatku langsung berbalik, ternyata suamiku yang sedang mengigigil kedinginan. Bergegas kuambil handuk basah yang sudah diperas lalu mengompresnya. Tak sempat ku bertanya kenapa dia jadi terlambat pulang kerumah, yang kupikirkan hanyalah betapa khawatirnya aku kepadanya melihat dia pulang kerumah dengan keadaan seperti itu.
“Istriku, maaf sudah banyak merepotkanmu selama ini dan sungguh aku berterima kasih atas kesetiaan dan kasih sayang yang kau dan anak-anak berikan padaku.” Kata suamiku dengan bibir yang bergetar kedinginan.
Aku tak mengerti kenapa suamiku tiba-tiba mengatakan hal semacam itu, apa dia ingin meninggalkanku? Apa dia mempunyai suatu penyakit atau semacamnya? Sungguh terlalu jika aku sampai tidak tahu kondisi suamiku sendiri. Pagi menjelang, seperti biasa aku membuat sarapan untuk anak-anak dan suamiku dan bersiap untuk mengantar anak-anak pergi sekolah. “Ayo Nabil, Bila, selesein dulu sarapan kalian baru kita berangkat!!” Teriak ku seperti biasa pada anak-anak. Tidak lupa aku berpamitan dengan suamiku, tapi saat itu melihat dia sedang tertidur pulasnya membuatku tak tega untuk membangunkannya “Biarlah hari ini dia istirahat dulu.” Senyumku sambil memandang suamiku yang sedang tidur. Anak-anak pun ku larang hari itu untuk berpamitan dengannya.
Sesampai disekolah tak lupa anak-anak mencium tangan dan kedua pipiku. Subhanallah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan rizki ini padaku, sungguh ku tak kan menyia-nyiakan anugerah ini. Di sepanjang jalan aku singgah ke Apotek dekat rumahku dan membeli obat penurun panas. Sesampai dirumah aku langsung pergi kekamar dan betapa terkejutnya aku lagi!! Suamiku sudah tidak ada. Hati kesal dan bercampur khawatir,” kemana lagi dia??? Lagi sakit kok malah pergi kerja??” dongkolku.
Tapi yang kuheran bukankah malam tadi tubuhnya basah, lalu kenapa dikasur sangat rapi dan bersih. Aku tak terlalu memikirkannya dan melanjutkan aktivitasku dirumah sebagai Ibu rumah tangga. Tak lupa pagi itu aku mengambil wudhu untuk sholat  dhuha, berharap Allah selalu menjaga keluarga kami dengan Rizki dan Ridho-Nya.
Hari sudah malam, tapi suamiku kembali tak pulang. Namun, kali ini dia pergi berhari-hari. Ku coba kembali menghubungi teman-teman sekantornya tapi tak ada yang mengetahuinya, mereka semua bilang bahwa suami tidak datang kekantor selama beberapa hari ini. Sungguh membuatku bertanya-tanya,” kenapa bisa? Lalu kemana dia pergi?” tanyaku dalam hati dengan penuh penasaran.
Tak lepas anak-anakku pun mempertanyakan keberadaan Ayahnya, sudah berpuluh kali ku pergi kerumah orang tua dan saudara-saudaranya tapi mereka malah memarahiku karena mereka pikir aku adalah seorang istri yang tidak becus mengurus suaminya sendiri. Ya maklum saja, dari awal hubungan kami memang tak direstui lantaran latar belakangku yang terlahir dari keluarga yang biasa-biasa saja. Ibuku hanya mempunyai kios bangunan kecil dan Ayahku hanyalah supir bajaj.
Aku berusaha tabah dan terus berikhtiar kepada  sang Illahi untuk menemukan suamiku. Satu bulan sudah semenjak kepergiannya. Kabar pun masih tak kudengar, namun tiba-tiba aku mendengar suara ketukan dari pintu depan. “Permisi…!!!” berulang kali kata itu kudengar, bergegaslah aku membukakan pintu berharap suamiku telah kembali kedekapanku dan anak-anak. “Permisi Bu, apa betul ini rumah kediaman Bapak Wibowo?” , “Iya betul pak.. bapak siapa dan dari mana yaa?”tanyaku heran.
Hati ini sebenarnya sudah tak karuan rasa, tak ingin berharap mendengar kata-kata yang menghancurkan hati ini. “Begini Bu, saya mendapat informasi dari masyarakat desa Manarap, kalau mereka menemukan sesosok mayat yang mengapung di pinggiran sungai dekat kumpulan pohon bakau dan mayat itu bernama Bapak Adjie Wibowo.” Jelas pernyataan dari pak polisi tersebut.
“Innalillahi wainna lillahi roji’un…” hanya kata itu yang bisa terucap dari bibirku, kaki ini terasa begitu lemas tak sanggup untuk menopang tubuh dengan hati yang terluka.
“Penantianku selama ini, kesabaranku selama ini.. kenapa harus dia ya Allah ?” marahku dalam hati yang hanya bisa menyalahkan sang Illahi. Sejenak ku terdiam kemudian mengucapkan kata istigfar berpuluh kali memohon ampun kepada-Nya karena telah menyalahkan takdir Tuhan.
Ternyata pada saat  hari dimana aku menunggunya semalaman, dia memang tergesa-gesa pulang di karenakan ingin segera mengambil hadiah pernikahan kami yang ke 10, Ya Allah betapa bodohnya aku! Aku sendiri pun lupa akan tanggal pernikahan kami. dimalam suamiku datang sebenarnya dia tidak ada, apakah itu roh nya yang ingin mengucapkan kata selamat tinggal? Sungguh ku tak percaya akan kejadian malam itu. Aku merasa begitu yakin suamiku ada disampingku dengan keadaan menggigil kedinginan, Allahualam sesungguhnya hanya Allah lah yang Maha Kuasa lagi Maha Mengetahui.


 #RA

Karma itu ada

Maaf… Kita putus saja !!
Hati ini terasa tak enak sebenarnya untuk mengatakannya, tapi mau bagaimana?
Aku sudah merasa tidak nyaman didekatnya. Yaa mungkin memang dari awal aku sudah tidak menyukainya, hanya terpaksa karena kasihan dan tak tega melukai perasaannya saja. Namun, lambat laun aku semakin terpuruk dan tidak bebas seperti dulu lagi, dia memang baik dan tidak pernah perhitungan denganku. Apa yang ku inginkan pasti dia selalu mengusahakannya agar aku tidak ngambek. Tapi ternyata hati ini pun memang tidak bisa dipaksa, aku sungguh tidak menyukainya melihat wajahnya saja aku tidak senang apa lagi didekatnya. Pikiran untuk selingkuh dengan pria lain pun tak terelakkan lagi sampai akhirnya aku dekat dengan seseorang yang dulu pernah ku kenal. Bayu, teman sekelas ku semasa SMP, anaknya manis dan gagah ya walaupun agak hitam dekil sih kulitnya. Selama dekat dengannya aku pun jatuh hati sampai suatu saat dia menghubungiku dan mengatakan “Nia…kita jadian yuk?!”. Aku kaget tidak tahu mau berkata apa, hati ini senang karena sebentar lagi akan bebas dari seseorang yang sangat tidak aku sukai. Tapi hati ini juga merasa tak enak hati karena sudah tidak jujur kalau aku sebenarnya sudah punya pacar.” Iya tentu saja aku mau,” jawab ku datar

“ Aku nggak terima kamu putuskan dengan cara seperti ini !! aku sudah banyak berkorban demi hubungan ini !! Liat aja nanti apa yang bisa kulakukan padamu !! Aku tidak terima atas perlakuan ini !! ,” ketus Mantan ku itu.
Awalnya aku tidak takut tapi ancaman darinya terus berdatangan, mulai dari surat kaleng serta ancaman lainnya melalui telepon dan sms. Dan ternyata memang benar, dia berani mengadu dombaku dengan sahabat-sahabatku, dia berusaha menjatuhkanku dan membuat salah satu sahabat terbaikku menjauh. Untung saja aku masih punya Bayu yang selalu mendengarkan keluh kesah ku, walaupun lebih sering dia yang bicara dibanding aku. Coba aja dulu, pasti aku yang paling banyak bicara, tapi ya sudahlah yang pasti aku terbebas dari orang yang namanya pun tak ingin aku sebutkan.

“ Bayu kapan-kapan kita jalan yuk? “ Tanya ku penuh harap. Karena bayu memang susah banget untuk di ajak jalan. Aneh dan membingungkan sih tapi apa boleh buat karena aku merasa benar-benar jatuh cinta dengannya. “ Mau kemana? Apa nggak nanti-nanti aja? “ Tanyanya balik.
“ Ayoo dong kita nge mall deh…..” Manja ku. Dan akhirnya….Yessss berhasiiillll aku mengajaknya nge-date. Hati ini begitu senangnya karena akhirnya aku bisa bertemu dengannya. Ingin ku segera melepas rasa rindu ini.
Saat di Mall kami nongkrong di pinggiran pagar pembatas, dengan mesranya dia mencium keningku penuh kasih dan mengatakan aku sayang kamu. Ya tuhaaaaannn jantung ini rasannya mau copot, sudah lama rasanya aku tak merasakan perhatian itu dari seseorang yang benar-benar aku sayang.

Dua bulan sudah hubungan ini terjalin, setiap kata-katanya membuatku yakin kalau dia akan segera meminangku apalagi saat itu dia diterima di Akademi Kepolisian dan akan segera melaksanakan pelatihan. Namun perkiraan itu salah, dia memutuskanku dengan cara yang begitu menyakitkan. “ Apakah ini karma untuk ku karena dulu aku juga telah menyakiti hati seseorang yang tulus mencintaiku???? ” tanya ku terus dalam hati.
Sungguh air mata ini tak henti-hentinya mengalir dan terus menangisi akan nasib yang aku alami. Rasa tak terima diperlakukan seperti itu membuatku sadar kalau perlakuan ku dulu juga sama dan akhirnya aku merasakannya.

#RA