Tuesday, April 9, 2013


Karma itu ada

Maaf… Kita putus saja !!
Hati ini terasa tak enak sebenarnya untuk mengatakannya, tapi mau bagaimana?
Aku sudah merasa tidak nyaman didekatnya. Yaa mungkin memang dari awal aku sudah tidak menyukainya, hanya terpaksa karena kasihan dan tak tega melukai perasaannya saja. Namun, lambat laun aku semakin terpuruk dan tidak bebas seperti dulu lagi, dia memang baik dan tidak pernah perhitungan denganku. Apa yang ku inginkan pasti dia selalu mengusahakannya agar aku tidak ngambek. Tapi ternyata hati ini pun memang tidak bisa dipaksa, aku sungguh tidak menyukainya melihat wajahnya saja aku tidak senang apa lagi didekatnya. Pikiran untuk selingkuh dengan pria lain pun tak terelakkan lagi sampai akhirnya aku dekat dengan seseorang yang dulu pernah ku kenal. Bayu, teman sekelas ku semasa SMP, anaknya manis dan gagah ya walaupun agak hitam dekil sih kulitnya. Selama dekat dengannya aku pun jatuh hati sampai suatu saat dia menghubungiku dan mengatakan “Nia…kita jadian yuk?!”. Aku kaget tidak tahu mau berkata apa, hati ini senang karena sebentar lagi akan bebas dari seseorang yang sangat tidak aku sukai. Tapi hati ini juga merasa tak enak hati karena sudah tidak jujur kalau aku sebenarnya sudah punya pacar.” Iya tentu saja aku mau,” jawab ku datar

“ Aku nggak terima kamu putuskan dengan cara seperti ini !! aku sudah banyak berkorban demi hubungan ini !! Liat aja nanti apa yang bisa kulakukan padamu !! Aku tidak terima atas perlakuan ini !! ,” ketus Mantan ku itu.
Awalnya aku tidak takut tapi ancaman darinya terus berdatangan, mulai dari surat kaleng serta ancaman lainnya melalui telepon dan sms. Dan ternyata memang benar, dia berani mengadu dombaku dengan sahabat-sahabatku, dia berusaha menjatuhkanku dan membuat salah satu sahabat terbaikku menjauh. Untung saja aku masih punya Bayu yang selalu mendengarkan keluh kesah ku, walaupun lebih sering dia yang bicara dibanding aku. Coba aja dulu, pasti aku yang paling banyak bicara, tapi ya sudahlah yang pasti aku terbebas dari orang yang namanya pun tak ingin aku sebutkan.

“ Bayu kapan-kapan kita jalan yuk? “ Tanya ku penuh harap. Karena bayu memang susah banget untuk di ajak jalan. Aneh dan membingungkan sih tapi apa boleh buat karena aku merasa benar-benar jatuh cinta dengannya. “ Mau kemana? Apa nggak nanti-nanti aja? “ Tanyanya balik.
“ Ayoo dong kita nge mall deh…..” Manja ku. Dan akhirnya….Yessss berhasiiillll aku mengajaknya nge-date. Hati ini begitu senangnya karena akhirnya aku bisa bertemu dengannya. Ingin ku segera melepas rasa rindu ini.
Saat di Mall kami nongkrong di pinggiran pagar pembatas, dengan mesranya dia mencium keningku penuh kasih dan mengatakan aku sayang kamu. Ya tuhaaaaannn jantung ini rasannya mau copot, sudah lama rasanya aku tak merasakan perhatian itu dari seseorang yang benar-benar aku sayang.

Dua bulan sudah hubungan ini terjalin, setiap kata-katanya membuatku yakin kalau dia akan segera meminangku apalagi saat itu dia diterima di Akademi Kepolisian dan akan segera melaksanakan pelatihan. Namun perkiraan itu salah, dia memutuskanku dengan cara yang begitu menyakitkan. “ Apakah ini karma untuk ku karena dulu aku juga telah menyakiti hati seseorang yang tulus mencintaiku???? ” tanya ku terus dalam hati.
Sungguh air mata ini tak henti-hentinya mengalir dan terus menangisi akan nasib yang aku alami. Rasa tak terima diperlakukan seperti itu membuatku sadar kalau perlakuan ku dulu juga sama dan akhirnya aku merasakannya.

#RA