Karma
itu ada
Maaf… Kita putus saja !!
Hati ini terasa tak enak sebenarnya untuk
mengatakannya, tapi mau bagaimana?
Aku sudah merasa tidak nyaman didekatnya. Yaa
mungkin memang dari awal aku sudah tidak menyukainya, hanya terpaksa karena
kasihan dan tak tega melukai perasaannya saja. Namun, lambat laun aku semakin
terpuruk dan tidak bebas seperti dulu lagi, dia memang baik dan tidak pernah
perhitungan denganku. Apa yang ku inginkan pasti dia selalu mengusahakannya
agar aku tidak ngambek. Tapi ternyata hati ini pun memang tidak bisa dipaksa,
aku sungguh tidak menyukainya melihat wajahnya saja aku tidak senang apa lagi
didekatnya. Pikiran untuk selingkuh dengan pria lain pun tak terelakkan lagi
sampai akhirnya aku dekat dengan seseorang yang dulu pernah ku kenal. Bayu,
teman sekelas ku semasa SMP, anaknya manis dan gagah ya walaupun agak hitam
dekil sih kulitnya. Selama dekat dengannya aku pun jatuh hati sampai suatu saat
dia menghubungiku dan mengatakan “Nia…kita jadian yuk?!”. Aku kaget tidak tahu
mau berkata apa, hati ini senang karena sebentar lagi akan bebas dari seseorang
yang sangat tidak aku sukai. Tapi hati ini juga merasa tak enak hati karena sudah
tidak jujur kalau aku sebenarnya sudah punya pacar.” Iya tentu saja aku mau,”
jawab ku datar
“ Aku nggak terima kamu putuskan dengan cara
seperti ini !! aku sudah banyak berkorban demi hubungan ini !! Liat aja nanti
apa yang bisa kulakukan padamu !! Aku tidak terima atas perlakuan ini !! ,”
ketus Mantan ku itu.
Awalnya aku tidak takut tapi ancaman darinya terus
berdatangan, mulai dari surat kaleng serta ancaman lainnya melalui telepon dan
sms. Dan ternyata memang benar, dia berani mengadu dombaku dengan
sahabat-sahabatku, dia berusaha menjatuhkanku dan membuat salah satu sahabat
terbaikku menjauh. Untung saja aku masih punya Bayu yang selalu mendengarkan
keluh kesah ku, walaupun lebih sering dia yang bicara dibanding aku. Coba aja
dulu, pasti aku yang paling banyak bicara, tapi ya sudahlah yang pasti aku
terbebas dari orang yang namanya pun tak ingin aku sebutkan.
“ Bayu kapan-kapan kita jalan yuk? “ Tanya ku
penuh harap. Karena bayu memang susah banget untuk di ajak jalan. Aneh dan
membingungkan sih tapi apa boleh buat karena aku merasa benar-benar jatuh cinta
dengannya. “ Mau kemana? Apa nggak nanti-nanti aja? “ Tanyanya balik.
“ Ayoo dong kita nge mall deh…..” Manja ku.
Dan akhirnya….Yessss berhasiiillll aku mengajaknya nge-date. Hati ini begitu
senangnya karena akhirnya aku bisa bertemu dengannya. Ingin ku segera melepas
rasa rindu ini.
Saat di Mall kami nongkrong di pinggiran
pagar pembatas, dengan mesranya dia mencium keningku penuh kasih dan mengatakan
aku sayang kamu. Ya tuhaaaaannn jantung ini rasannya mau copot, sudah lama
rasanya aku tak merasakan perhatian itu dari seseorang yang benar-benar aku sayang.
Dua bulan sudah hubungan ini terjalin, setiap
kata-katanya membuatku yakin kalau dia akan segera meminangku apalagi saat itu dia
diterima di Akademi Kepolisian dan akan segera melaksanakan pelatihan. Namun
perkiraan itu salah, dia memutuskanku dengan cara yang begitu menyakitkan. “
Apakah ini karma untuk ku karena dulu aku juga telah menyakiti hati seseorang
yang tulus mencintaiku???? ” tanya ku terus dalam hati.
Sungguh air mata ini tak henti-hentinya
mengalir dan terus menangisi akan nasib yang aku alami. Rasa tak terima
diperlakukan seperti itu membuatku sadar kalau perlakuan ku dulu juga sama dan
akhirnya aku merasakannya.