Emas
VS Motor
Hari
ini tiap pagi aku kembali diantar pacar ku pergi kerja, nggak enak sih kalau
harus terus merepotkannya apalagi dia juga bekerja. Sah saja tiap pagi aku
harus bangun lebih pagi bersiap akan dijemput sang pacar. Kadang kala sering
sekali aku membuatnya terlambat kerja disebabkan aku yang terlalu lama dandan.
“Dandan
mulu sih…jadi telatkan!!” gerutunya.
“iya
deh maaf ya sayang tadi itu kesiangan bangunnya”. Tapi semua tentu ada timbal
baliknya kok, diturunin di depan halaman kantor!!.Ya ampun padahal biasanya dia selalu mengantarku tepat
didepan kantor. Apa boleh buat itulah resiko ikut sama orang.
Muka
ku tentu saja tak lepas dari cemberut.” Tega membiarkan pacarnya sendiri jalan
kaki sampai kekantor.” Marahku dalam hati
Pulang
pun selalu dijemput dia, makanya sering terlambat juga sampai dirumah. Yaaa
sebenarnya sih bukan karena dia telat jemput tapi ada satu hal yang bikin aku
selalu telat pulang. Entah kenapa kami itu harus mengikuti jadwal bos kami
pulang. Tapi aku selalu pasang muka tidak tahu apa-apa dan selalu pulang lebih
dulu. Toh sudah waktunya jam pulangkan?!
Sudah
hampir lima bulan aku mengakhiri masa pengangguranku dan bertahan diperusahaan
dimana aku bekerja ini dan sudah hampir lima bulan juga aku terus diantar
jemput sang kekasih. Akhirnya akupun berpikir untuk membeli sepeda motor dengan
hasil jeri payahku selama ini.
“Bu,
sekarang kan Nana udah kerja. Apa boleh Nana beli motor Bu?” tanyaku pada Ibu
“Buat
apa sih kamu beli motor Na?? lebih baik uangnya kamu tabung demi masa depanmu”
jawab ibuku sambil memotong-motong ikan yang ingin dimasak.
“Iya
Na, lebih baik kamu tabung saja uangnya untuk keperluan nikah.”sahut ayahku
sambil meledek. “yaa atau kamu juga bisa belikan emas dengan uangmu itu, kalau
motor dijual harganya pasti turun drastis, nah sedangkan emas pasti naik kan
atau paling nggak turunnya nggak banyak.” Lanjut tanggapan dari ayahku dengan
penuh senyum ledekan.
“Tapi
apa ayah dan ibu nggak tau?? Harga emas itu sekarang malah merosot.”balas ku
tak mau kalah.
Aku
yang lagi sedang asyik browsing internet kebetulan menemukan sebuah sumber yang
tak terduga-duga. “wah pas banget ni sama perdebatan malam ini.” Pikirku dalam
hati sambil senyum-senyum penuh kemenangan.
“Nih
Yah, Nana ada nemuin artikel tentang emas, Nana ceritain ya?”, senyumku
Mungkin
juga karena penasaran Ayah ku pun hanya bisa menjawab dengan anggukannya.
Sedangkan , Ibu ku yang lagi sibuk dengan ikannya juga ikut mendengarkan.
“Nah,
disini dikatakan bahwa emas turun tipis pada selasa pagi disebabkan kurs dolar
AS menguat Yah, tau nggak kenapa yah? Itu karena bank sentral di Jepang
meluncurkan sebuah program pembelian obligasi secara ambisius, itu sebabnya
kurs dolas AS menguat terhadap yen Jepang, dan memainkan peran utama dalam
penurunan emas. Analis dari pasar juga berpendapat kalau emas akan tetap dalam
posisi sulit untuk beberapa waktu mendatang.” Jelasku sambil membacakan isi
dari artikel tersebut.
“terus-terus
ada fakta apa lagi?” tanya ayahku penasaran
Dengan
bangganya aku pun terus membacakan artikel tersebut. “ Terus untuk pengiriman Perak pada bulan Mei turun 8,2 sen, atau 0,3 persen, menjadi ditutup pada 27,138 dolar AS per ounce. Sedangkan untuk pengiriman Platinum pada bulan Juli, naik 1,5 dolar AS, atau 0,1 persen, menjadi ditutup pada 1.537 dolar per ounce. Selesai deh yah.. nah gimana yah??? Emas bakal sulit nih."
"Yaa kalau begitu nanti kamu nikah cincinnya nggak usah pake emas aja ya..pake cincin punya Ibu aja. jauh lebih hemat." Ancaman Ayah yang paling tidak bisa dilawan. Ibu ku yang dari tadi mendengarkan pun senyum-senyum dan berkata " Gimana mau dikasih sama Nana cincin Ibu? toh cincinnya kan udah Ibu jual buat nambahin modal Ayah." Sambil tertawa. Perkataan Ibu membuatku juga tertawa terbahak-bahak, kasian Ayah.
#RA
"Yaa kalau begitu nanti kamu nikah cincinnya nggak usah pake emas aja ya..pake cincin punya Ibu aja. jauh lebih hemat." Ancaman Ayah yang paling tidak bisa dilawan. Ibu ku yang dari tadi mendengarkan pun senyum-senyum dan berkata " Gimana mau dikasih sama Nana cincin Ibu? toh cincinnya kan udah Ibu jual buat nambahin modal Ayah." Sambil tertawa. Perkataan Ibu membuatku juga tertawa terbahak-bahak, kasian Ayah.
#RA